Generation-Y – Kunto Aji

1200x630bb
Artwork oleh Farid Stevy

Malam itu Kunto Aji tampil di panggung yang letaknya di bawah dan di pojokan. Ia tampil di acara festival musik di Jakarta yang ngeborong banyak musisi dari dalam dan luar negeri. Banyak banget stagenya. Jadi harus pinter nentuin mau nonton artis mana. Waktu itu Aji baru punya single Terlalu Lama Sendiri yang viral banget karena liriknya yang eksplisit dan bisa dibilang mewakilkan keresahan pemuda milenial jaman akhir-akhir ini. Selebihnya dia bawain lagu orang. Saya sama temen-temen saya penasaran pengen dengerin Aji. Saya sendiri selain karena penasaran, juga setengahnya berharap dia masih punya kredibilitas penyanyi dengan suara enak kayak dulu waktu masih di Indonesian Idol. 

Baca lebih lanjut

Iklan

Jangan dan Jangan Lupa

DSC00431

Hari ini resmi sebulan saya tinggal di Sydney dengan visa work and holiday subclass 462. Sebagai pendatang, bukan English native speaker, hijabia, muslim, dan anak suburb, banyak banget kisah serunya dari yang bikin ketawa, tetiba nangis, kesel, sampe ‘ketawa’ karena nggak ada emosi lain yang bisa difungsikan selain diketawain aja haha. Tapi dari pengalaman itu saya jadi nemu beberapa catatan dari mulai kedatangan sampe bertahan hidup awal-awal di sini. Tentu semuanya bersifat subjektif ya. Here we go:

Baca lebih lanjut

Indri Untuk Harlan; Sebuah Akhir

Tiba-tiba datang, lagi, setelah saya aman di kehidupan yang sekarang. Sekonyong di hadapan ia membawa segala pecahan memori. Meski jelas saya kini tidak lagi sendiri. 

Harlan berjalan menuju Indri. Dengan tatapan tak terbenda, apakah itu tatapan rindu atau tatapan pilu. Indri melihatnya dan menunggu kepastian yang ia tengah proses, apakah ini nyata atau lagi-lagi hanya fatamorgana? Namun ya, kali ini Harlan nyata dan benar-benar menujunya.

Baca lebih lanjut

Perpindahan

DSC00384

Well, here is my expectation: move to Australia, work at a chocolate factory cause my mom’s friend’s auntie said I can work there, rent a private room in a suburb area, saving money frequently since the day I work, live happily cause I can read books alone (yes, alone as I believe am a solitare person) at a park on weekend and have many friends from other countries.

Baca lebih lanjut

Dialog Diri

Selama ini aku seperti berjalan di atas udara. Mengawang, seperti delusi fana yang tidak masuk nalar.

Aku hanya bisa terus melangkah tanpa banyak menimbang dan merasa. Berdarah dingin. Tanpa sadar mengepal erat segenggam pasir. Yang kian meluncur pelan lewat celah jari-jemari.

Mereka memupuk dan menjadi daratan. Hingga kemudian aku menapak. Mulai menginjak. Dan merasa perih. Panas. Tidak nyaman.

Hujan deras turun memberi variasi pada lini waktu yang kian lama kian cepat bergulir. Aku anggap salah satu variabel Semesta. Namun aku hanya bisa melihat terang.

Betapa bijaksana kehidupan selama ini. Betapa naif pikiranku selama ini. Betapa konyol prasangka dan asumsi.

Aku lalu menganalisa. Tidak lagi takut pada waktu. Tidak lagi takut pada hujan maupun lubang prahara.

 

16 Agustus 2017

Yuna

Hari Minggu

Stasiun-Jakarta-Kota-Tahun-2015-5
Source: Blog

 

Pada hari Minggu ku pergi ke Jakarta Kota

Naik commuter line ku duduk nyelip di tengah dua wanita

Punggung pegal namun ku bawa tidur saja

Tak lama pak masinis bicara bahwa kereta kita telah tiba

Ku cukup bahagia karena kereta tak tertahan lama

Namun tak lama ketika hendak masuk stasiun kota, kereta berhenti seketika

Pak masinis bilang ada antrian, maka kereta harus berhenti segera

Bokong mulai pegal apalagi punggung sudah tersiksa

Akhirnya ku putuskan untuk berdiri saja

Ku berdiri sambil berdoa agar kereta bergerak segera

Namun doa belum terijabah tiba-tiba listrik mati seketika

Syukur tak lama ia segera menyala

Pukul lima sore ku putuskan untuk pulang kembali

Namun kereta tak kunjung datang aku segera merebahkan badan di bangku empat kaki

Ku menunggu sambil memakan kue sisa siang tadi

Namun posisi kereta masih misteri

Tak sadar ternyata waktu magrib menghampiri

Segera ku berjalan menuju mushola sebelum terlalu penuh nanti

Wudhu dan mukena ku menanti

Namun sayang, bolak-bolak diselak mbak-mbak dan ibu-ibu yang tergesa setengah mati

Ku hanya bisa menahan amarah hati

Dan berencana berdoa saja pada Tuhan ketika dapat mukena nanti

Akhirnya tiba jua ku di rumah

Tak sabar ingin kasur tuk berebah

Segera ku bebersih dan menengadah

Bersapa-sapa dengan si kasur murah meriah

Segera ku berserah

Dan mimpi indah

 

06 Januari 2017

Yuna